PDAM Tirta Kerta Raharja

Profil Perusahaan

Diposkan oleh : Admin

Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang ( PDAM TKR ) adalah salah satu perusahaan daerah yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang, yang bergerak dibidang Air Bersih. PDAM TKR didirikan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang berdasarkan Perda No. 10/HUK/1976 tanggal 13 April 1976 dengan nama Perusahaan Daerah Air Minum ( PDAM ) Kabupaten Tangerang. Berdasarkan Perda dan tanggal tersebut, maka tanggal 13 April dijadikan sebagai Hari Jadi PDAM Tirta Kerta Raharja. Yang ditetapkan berdasarkan Perda No. 10 Tahun 2008 Jo Perda No. 01 Tahun 2013. Adapun Perubahan nama PDAM Kabupaten Tangerang menjadi PDAM Tirta Kerta Raharja Kabupaten Tangerang adalah berdasarkan Perda No. 16 Tahun 2001.

PDAM TKR saat ini di Pimpin oleh 3 Orang Direksi, Bapak H. Rusdy Machmud sebagai Direktur Utama, dibantu Oleh Bapak Sofian Sapar sebagai Direktur Umum dan Ibu Hj. Ida Farida sebagai Direktur Teknik. Yang membawahi 5 Orang Kepala Satuan; 1. Kepala Satuan Pengawas Internal; 2. Kepala Satuan Penelitian Dan Pengembangan; 3. Kepala Satuan Usaha Air Curah; 4. Kepala Satuan Sekretariat Perusahaan; dan 5. Kepala Satuan Proyek Investasi. 20 Orang Kepala Bagian/Bidang 7 orang kepala Wilayah/Cabang/IKK.
Jumlah Pegawai PDAM TKR saat ini berdasarkan data Agustus 2019 adalah sebanyak 406 Orang dengan Rasio pegawai sebesar 3,61. Terdiri dari 299 orang pegawai tetap, 3 orang calon pegawai dan 104 orang pegawai kontrak.

Jumlah IPA yang dimiliki PDAM TKR saat ini adalah 11 IPA dengan kapasitas produksi sebesar 4.787,5 L/D. Kapasitas produksi sebesar itu saat ini adalah untuk melayani Pelanggan sebesar 145.738 SL Domestik (Desember 2018) dan 7 SL Air Curah. Dan jika di equivalenkan maka jumlah sl PDAM TKR saat ini sebesar 490.701 sl.

Sampai saat ini PDAM TKR melayani 3 daerah pelayanan kota/kabupaten, yakni; Kabupaten Tangerang; Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Dari 145.738 sl 54% berada di Kota Tangerang, 38% berada di Kabupaten Tangerang, dan 8%nya berada di Kota Tangerang Selatan. Sedangkan Cakupan Layanan untuk Kabupaten Tangerang saat ini baru mencapai 32,40% dari 1.201.326 jml penduduk Kabupaten Tangerang. Perlu dicatat mengapa jumlah sl di Kota Tangerang lebih besar, karena sebelum ada pemekaran wilayah otonomi menjadi Kota Tangerang, kedudukan PDAM TKR berada dilokasi saat ini.

Berdasarkan data laporan BPPSPAM Tingkat Kehilangan Air PDAM TKR adalah sebesar 13,90%. Kinerja perusahaan dalam tiga terakhir terus meningkat tidak hanya baik dan sehat namun meningkat dalam peringkat nasional berdasarkan penilaian Kinerja BPPSPAM. Pada tahun 2016 PDAM TKR masih berada di peringkat 20 dengan jumlah nilai kinerja 3,78, pada tahun 2017 naik secara signifikan menjadi peringkat 8 dengan nilai 4,01, dan pada 2018 meningkat menjadi peringkat 2 secara nasional dengan nilai 4,23.

Meningkatnya peringkat kinerja PDAM TKR berdasarkan BPPSPAM adalah hasil dari upaya yang telah dilakukan Direksi, Manajemen dan seluruh pegawai PDAM TKR serta adanya kerjasama yang baik dengan Mitra Usaha, baik Kerjasama Usaha maupun Kerjasama Air Curah. Dalam upaya mengoptimalkan produksi dan meningkatkan cakupan pelayanan kepada masyarakat akan kebutuhan air minum, PDAM TKR telah melakukan kerjasama usaha dengan pihak ketiga khususnya dalam hal pengolahan IPA diantaranya dengan PT. Tirta Cisadane dan PT. Tirta Kencana Cahaya Mandiri. Kerjasama Air Curah merupakan kegiatan penjualan air oleh PDAM TKR kepada mitra yaitu pengembang perumahan, perusahaan atau PDAM lain dimana tanggungjawab PDAM TKR hanya menditribusikan air sampai watermeter induk, sementara penditribusian air dan pemeliharaan jaringan perpipaan kepada para pelanggan menjadi tanggungjawab mitra.

Sebagai perusahaan daerah milik Pemerintah Kabupaten Tangerang PDAM TKR memiliki kewajiban untuk mendukung pencapaian target RPJMD Bupati dan RPJMN Presiden. Adapun Rencana Pengembangan SPAM berdasarkan RPJMD Bupati yakni peningkatan cakupan sebesar 40% pada tahun 2018, dan 65% pada tahun 2023. Maka berdasarkan rencana pengembangan SPAM tersebut, PDAM TKR sejak tahun 2013 telah melakukan beberapa langkah strategis dan investasi antara lain:

  1. Optimalisasi IKK Rajeg, Mauk dan IPA Bojongrenged ( bantuan dari Kementerian PU ),
  2. Kerjasama/Mitra dengan PT. Aetra Air Tangerang,
  3. Pengoperasian IPA Cisauk kapasitas 50 l/d,
  4. Program MBR di Cisauk, Rajeg dan Mauk,
  5. Peningkatan kapasitas IPA Bojongrenged Teluk Naga dari 100 lt/dt menjadi 200 lt/dt, Pengembangan Jaringan perpipaan dan Pelayanan, 
  6. Peningkatan IPA Solear dari 100 l/d menjadi 200 l/d, Pengembangan Jaringan Perpipaan dan Pelayanan,
  7. Peningkatan penyerapan IPA Cikokol 300 l/d,
  8. Pengembangan jaringan perpipaan dan pelayanan.

Upaya pengembangan sistem pengembangan air minum yang telah ditetapkan oleh PDAM TKR dihadapkan pada beberapa kendala atau permasalahan yang selama ini menghambat dalam peningkatan kinerja dan cakupan pelayanan, sehingga diperlukan adanya sinergi dari semua pihak dalam mencari solusi memecahkan masalah tersebut. Kendala atau permasalahan yang dihadapi antara lain:

  1. Keterbatasan ketersediaan air baku hampir disebagian besar wilayah Tangerang,
  2. Ijin pengambilan air baku atau SIPPA sangat dibatasi dan sulit diperoleh,
  3. Kondisi air baku yang cenderung menurun baik secara kualitas maupun kuantitas, baik karena pencemaran oleh limbah industri dan sampah atau limbah domestik/rumah tangga, atau kekeringan yang sering melanda pada musim kemarau,
  4. Untuk wilyah Pantura nilai investasi SPAM sangat besar sekali sehingga tidak sebanding dengan daya beli masyarakat yang mayoritas merupakan Masyarakat Berpenghasilan Rendah.
    Kenaikan tarif air minum belum ditetapkan secara reguler.